Rabu, 17 April 2024

Baiknya Bersepeda di Mukusaki
(Perjalanan BikeBaikSaja) 
Cycling Arround Mukusaki

       (A Journey of BikeBaikSaja)

Dalam peta Pola Perjalanan / Travel Pattern Pariwisata di Destinasi Kabupaten Ende, selama sekian tahun wisatawan melakukan pola perjalanan yang hampir sama dan cenderung tidak berubah. Namun semenjak tahun 2022, salah satu unsur dalam Pola Perjalanan pelan-pelan berubah. Bisa dikatakan persebaraan Daya Tarik Wisata di Kabupaten Ende terbagi dalam empat cluster, yaitu : Cluster Kota Ende, Cluster Kelimutu dan sekitarnya, Cluster Detukeli dan sekitarnya serta Cluster Pantai Utara. 

The Travel Patterns  in Ende Regency, for so many years tourists have made almost the same travel patterns and tend not to change. But since 2022, one element of Travel Patterns has slowly changed. It can be said that the distribution of Tourism Attractions in Ende Regency is divided into four clusters, namely: Ende City Cluster, Kelimutu Cluster and its surroundings, Detukeli Cluster and surrounding areas and North Coast Cluster.

Perkembangan ini tentu baik untuk menambah varian atraksi bagi wisatawan sehingga tujuan pembangunan pariwisata Kabupaten Ende guna meningkatakan jumlah kunjungan wisatawan serta menambah jumlah lama tinggal tinggal wisatawan di Destinasi Kabupaten Ende. 

This development is certainly good for adding a variety of attractions for tourists so that the purpose of tourism development of Ende Regency is to increase the number of tourist visits and increase the number of lenght of stays in the destination.

Pada beberapa kesempatan yang lalu, penulis berkesempatan untuk menjelajahi keperawanan pariwisata Pantai Utara. Melakukan aktivitas wisata dengan bersepeda adalah sebuah pengalaman baru, khususnya untuk jalur Pantai Utara Ende. 

On several occasions ago, the author had the opportunity to explore the virginity of North Coast tourism. Doing tourist activities by cycling is a new experience, especially for the North Coast of Ende route.

Desa Mukusaki adalah di Kecamatan Wewaria - Kabupaten Ende dengan jarak tempuh sekitar 80 km dari Kota Ende serta waktu tempuh sekitar 2 jam dari Kota Ende.

Mukusaki Village is in Wewaria District of Ende Regency with a distance of about 80 km from the city and a travel time of about 2 hours from the city.

Pilihan Penginapan (Where to Stay) : 
Sao Paolo Bed and Breakfast 
Whatsapp : 082247664789





Day 1 : Menyusuri Kampung Mukusaki dan Watubara

            Cycling arround Mukusaki Village and Watubara 


Pantai Watubara hanya berjarak sekitar 10 menit bersepeda dari penginapan Sao Paolo Bed and Breakfast di Mukusaki. Menyusuri perkampungan nelayan dan bermuara di sebuah pantai yang sangat tenang akan memberikan pengalaman lain yang sungguh berkesan. Berendam di pantai Watubara bisa menjadi opsi lain.

Watubara Beach is about 10-minutes riding from Sao Paolo Bed and Breakfast in Mukusaki. Walking through a fishing village and emptied into a very calm beach will provide another truly memorable experience. Soaking in Watubara beach can be another option.

Day 2 : BikeBaikSaja Apabila Bersepeda di Pagi Hari 
            BikeBaikSaja Morning Cycling

Di hari kedua, tepatnya sekitar jam 6.00 Wita menjadi pilihan berikutnya untuk mencoba menikmati Mukusaki dan sekitarnya dengan bersepeda. Rute yang dipilih Mukusaki - Aemuri - Aekole (sekitar 10 km) sebenarnya adalah pilihan seketika, namun ternyata ini menjadi pilihan menyenangkan. Sepuluh menit bersepeda ke arah timur, mata akan disuguhi atmosfer persawahan dan suasana rawa-rawa yang sungguh menyejukkan. Rehat sejenak sambil menghirup udara segar dapat menambah energi baru. Perjalanan pagi itu akan berakhir di kampung Aekole yang pada beberapa tahun silam adalah kawasan kebun warga seputaran Mukusaki Raya, namun kawasan tersebut kini telah berubah menjadi sebuah kampung. Di ujung kampung, sembari beristirahat, mengambil dokumentasi Rumah Adat Aekole adalah nilai tersendiri dari journey di pagi yang indah. Perjalanan akan berakhir di Aekole, untuk selanjutnya dengan rute yang sama kembali menuju Kampung Mukusaki. 

On the second day, precisely around 6.00 local time became the next choice to try to enjoy Mukusaki and its surroundings by cycling. The route chosen by Mukusaki - Aemuri - Aekole (about 10 km) was actually an instant choice, but it turned out to be a fun option. Ten minutes of cycling to the east, the eye will be treated to the atmosphere of rice fields and swampy atmosphere that is really cool. Taking a break while breathing fresh air can add new energy. The morning trip will end at Aekole village which a few years ago was a community garden area around Mukusaki , but the area has now turned into a village. At the end of the village, while resting, taking documentation of the Aekole Traditional House is a special value of the journey on a beautiful morning. The trip will end at Aekole, then with the same route back to Mukusaki Village.



                                             

 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

The Path to Mt.Iya