Selasa, 27 Agustus 2024

 Berada di ketinggian 1.700 mdpl, Tiwusora bukan hanya sebuah danau, namun kawasan ini adalah rangkaian daya tarik wisata alam yang apabila dijelajahi akan mampu memenuhi dahaga kita untuk menikmati alam dengan berbagai sensasinya. Hanya dengan menempuh perjalanan 1 jam dari Maumere atau 4 jam dari Ende serta ditambah 30 menit perjalanan dengan menggunakan kendaraan yang mumpuni untuk medan yang cukup menguras adrenalin dari jalan negara (Ratebobi - Kotabaru menuju Pise). Dari Pise bisa ditempuh dengan soft trekking menuju Deturia. Setelah 30 menit perjalanan melewati hutan lindung adat, surga berikutnya adalah padang savannah Deturia tempat dimana masyarakat setempat menggembalakan ternaknya secara bebas (kuda, sapi, kerbau). Dari padang Deturia dan melewati Kampung Deturia perjalanan dilanjutkan selama 15 menit menuju Danau Tiwusora. Danau yang tertutup oleh hutan oleh hutan tropis ini memiliki luas sekitar 300 ha serta berdiamaeter sekitar 500 meter. 

From Ende :

Four hours drive to Kotabaru, 25 minutes drive with adventurer vehicle to Pise, 20 minutes medium trekking to Deturia, 10 minutes trekking to Lake Tiwusora

From Kelimutu :

One and a half hours drive to Detuara (adventurer vehicle), 5 hours trekking to Tiwusora

From Tanawawo Sikka Regency :

Fifty minutes drive from Lekebai to Tanawawo (adventurer vehicle), two hours trekking to Murusobe Waterfall, six hours trekking to Detuara

Notes :

  • Local guide is needed
  • Overnight camp is suggested
  • Prepared more mineral water
  • Trekking pole, proper shoes for trekking
  • Fresh fruit and well prepared food
  • Aware of wild buffalo (don’t attract them by carrying plastic bottle as they known as salty water to feed them)
  • For the fist timer better to asking the locals to make a simple traditional ceremony before entering the lake. (Ferdy Wara, Mario Lagu)





Kamis, 08 Agustus 2024

Fasilitasi Pengembangan Kompetensi SDM Ekonomi Kreatif Sub Sektor Kuliner

Kuliner Lokal, Kekuatan Sebuah Destinasi

Dinas Pariwisaata Kabupaten Ende melalui Bidang Industri Pariwisata pada tanggal 22 - 24 Juli 2024 serta mengambil lokasi di Hotel Flores Mandiri, mengadakan Pelatihan Pengembangan Kompetensi Ekonomi Kreatif terutama pada Sub Sektor Kuliner. “ Dinas Pariwisata Kabupaten memandang perlu untuk melakukan kegiatan ini, apalagi di dalam RIPPARDA kita sudah tergambar jelas tentang Visi Misi Pembanguan Pariwisata Kabupaten Ende yang lebih mengarah kepada kearifan lokal”, tutur Sekretaris Dinas Pariwisata Kabupaten Ende, Habentius R.Mau, SKM. Dengan mengundang pemateri berpengalaman di bidangnya diharapkan mampu memberikan motivasi lebih kepada para peserta untuk mengaplikasikannya di lapangan. Adapun pemateri pada pelatihan ini antara lain, Ferdianus Rega (RM.Istana Sehat) serta Maria P.W.Beribe (Kampus Tanpa Dinding). “ Sangat bermanfaat. Saya ebagai tenaga pengajar kuliner di SMK Pariwisata Syuradikara mengambil banyak manfaat dari pelatihan berkualitas ini”, Yoland Ngole,SST.Par, salah satu peserta pelatihan dari 40 orang peserta pelatihan lain. Adapun peserta pelatihan diambil dari beberap unsur antara lain, SMK Pariwisata, Pelaku Usaha Kuliner, Desa Wisata serta kelompok-kelompok Ekonomi Kreatif pada sub sektor kuliner. Pada kesempatan ini juga DMO Flores melalui Tourist Information Center (TIC) Ende juga membagikan beberapa buku pelatihan dasar kuliner. Kedepannya, peningkatan kapasitas SDM sub sektor kuliner akan terus dilakukan guna menjawab kebutuhan pasar, atau sesuai dengan permintaan pasar. (fedy wara/mario lagu)

 Suasana Pelatihan Kuliner Bersama Bidang Industri Pariwisata pada Dinas Pariwisata Kabupaten Ende

Selasa, 06 Agustus 2024

Strengthening Tourism Human Resources

Penguatan Kapasitas SDM Pariwisata

Pelatihan Koreografi Tingkat Dasar

Kepala Dinas Pariwisata Kab.Ende, Mohamad Sahab HS, SH bersama staf Dinas Pariwisata, pemateri serta peserta pelatihan

Bertempat di Aula Hotel Makanul Amni Ende, Bidang Kelembagaan Dinas Pariwisata Kabupaten Ende mengadakan pelatihan peningkatan kapasitas pelaku wisata di Kabupaten Ende dengan materi pelatihan berupa Paletihan Koreografi Tingat Dasar.

“Adapun 33 orang peserta pelatihan kali ini diambil dari anggota POKDARWIS”, demikian Ibu Irma Teku, SE / Kabid Kelembagaan pada Dispar Ende. 
Pelatihan ini mengundang beberapa pemateri profesional dibidang koreografi serta kepariwisataan, antara lain Ibu Elisabeth Novita Nenu serta Bapak Drs.Amatus Peta. Kegiatan yang berlangsung selama 4 hari sejak tanggal 15 - 18 Juli 2024 ini pada akhirnya menghasilkan beberapa karya koreografi dasar yang mampu dipentaskan oleh peserta pelatihan dengan baik. Dengan mengambil mketode pelatihan berupa 25% penyampain materi serta 75% praktek lapangan, maka sbesar harapan bahwa peserta pelatihan akan mampu lebih cepat menterjemahkan materi yang disampaikan. Sebagai tambahan, peserta juga dilengkapi dengan beberapa materi yang bersentuhan dengan kepariwisataan, antara lain : Peran Ekonomi Kreatif Dalam Pengembangan Desa Wisata, Sadar Wisata dan Sapta Pesona serta Tari dan Musik Tradisional Ende - Lio. (ferdy wara/mario lagu)

      
Peserta pelatihan mencoba mempraketkan hasil pelatihan selama 3 hari 







The Path to Mt.Iya